ponyDewasa ini, usaha ayam broiler menjadi usaha yang menjanjikan bagi masyarakat dikarenakan masa panennya yang singkat. Peternak ayam broiler hanya butuh waktu sekitar 35 hari saja untuk meraup keuntungan hingga belasan juta rupiah. Di dalam pemeliharaan ayam broiler, selain menghasilkan daging yang merupakan produk utama, juga menghasilkan kotoran kandang yang merupakan produk sampingan.
Salah satu permasalahan yang biasa muncul di peternakan ayam broiler adalah masalah bau kandang. Kotoran kandang ini apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah dalam usaha peternakan ayam broiler. Masalah yang ditimbulkan antara lain masalah sosial dan juga masalah kesehatan ayam broiler itu sendiri. Bau yang menyengat terkadang menjadi penyebab munculnya komplain dari masyarakat. Selama ini peternak ayam harus membeli penyemprot bau kotoran ayam yang harganya mahal agar tidak mendapat komplain dari masyarakat.
Melihat permasalahan dan peluang usaha tersebut, Mahasiswa UNY yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yang terdiri dari Pony Salimah Nurkhaffah, Listia Palupi Wisnu Aji (Pend. Matematika), Akmala Fauziyah (Pend. Teknil Sipil & Perencanaan), Amaliyah Rahayu (Pend. Biologi), Elsa Aviventi (Pend. Kimia) dengan pembimbing Dr. Heri Retnawati berinisiatif membuat Pak Abu (Pakan Anti Bau): Pakan Rempah-Rempah Alami Solusi Mengatasi Bau Kotoran Ayam Broiler.
Ketua tim, Pony menjelaskan, produk Pak Abu merupakan pakan ayam broiler berbahan dasar rempah-rempah yaitu kunyit, jahe, lengkuas, dan lempuyang. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah didapatkan dan telah teruji mampu menghilangkan bau kotoran ayam. dan meningkatkan bobot ayam. Target pemasaran produk Pak Abu adalah peternak ayam broiler.
Proses Pemasaran Pak Abu, lanjut Pony,  dipasarkan melalui beberapa cara, di antaranya promosi pada peternak ayam broiler di berbagai daerah, situs web/internet, penyebaran brosur dan banner, kerjasama dengan toko-toko pakan ternak, dan door to door. Lokasi Pemasaran Pak Abu dilakukan melalui kerjasama dengan took-toko pakan ternak yang ada di Kulon Progo, melalui media cetak, dan internet. Selain itu, proses pemasaran juga akan dilakukan melalui pameran yang biasanya diselenggarakan di Kulon Progo yaitu “Kulon Progo Expo”. Promosi Pak Abu dilakukan dengan dua sistem yaitu sistem offline dan online. Promosi secara offline dilakukan di berbagai tempat seperti toko pakan ternak dan peternakan-peternakan ayam broiler. Promosi secara online dilakukan melalui situs web/internet antara lain di olx.co.id dan bukalapak. (witono)