​Produksi energi nasional selama 11 tahun terakhir terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,6% per tahun. Disisi lain, beberapa tahun terakhir pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai 7% per tahun. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan konsumsi energi dunia, yaitu 2,6%. Konsumsi energi Indonesia 95% dipenuhi bahan bakar fosil. Dari total tersebut, 50%-nya merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Konsumsi BBM yang tinggi menjadi masalah bagi Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan bahan lain yang mudah didapat dan jumlahnya melimpah. Salah satunya adalah briket dari cangkang melinjo. Inilah yang dilakukan mahasiswa UNY yaitu Fauziyyah Diyah Anggita Sari (Kimia-2014), Titik Wulandari (Matematika-2014), Rizka Alina Rahmawati (Pendidikan Bahasa Inggris-2013), Shinta Hanifati (Pendidikan Fisika-2013), dan Rizal Justian Setiawan (Teknik Mesin-2014). Mereka mengembangkan energi alternatif ramah lingkungan dari cangkang melinjo.

Menurut ketua tim Fauziyyah Diyah Anggita Sari, limbah cagkang melinjo merupakan limbah yang cukup banyak dijumpai pada pengrajin emping, salah satunya pengrajin emping di daerah Mredo Gatak, Bantul. Limbah cangkang melinjo ini merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan jumlahnya cukup besar di masyarakat. Akan tetapi, limbah kulit melinjo pada umumnya hanya dibakar sehingga menimbulkan  polusi udara. Oleh karena itu, limbah cangkang kulit melinjo dapat digunakan sebagai inovasi briket dengan variasi penambahan perekat sebagai bahan bakar ramah lingkungan, dan meningkatkan  nilai ekonomis limbah cangkang kulit melinjo.

Briket cangkang kulit melinjo ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah kulit cangkang melinjo dan sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Karya mahasiswa ini berhasil lolos dalam event World Invention Creativity Contest, Seoul, Korea Selatan yang akan dipresentasikan 27 Juli 2016 mendatang. (Tito).