Bagaimanakah memotivasi diri dalam penggalian ide spektakuler?
Banyak orang beranggapan kreatif hanyalah milik ilmuwan yang berotak brilian atau milik para seniman. Pemikiran kreatif merupakan bakat yang diwariskan turun temurun. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Banyak penelitian membuktikan bahwa kreatif dapat dilatih dan diajarkan.
Memotivasi Diri Dalam Penggalian Ide
Sebelum melakukan penggalian ide, ada baiknya menanamkan keyakinan, yang merupakan pola aktualisasi-diri (self-actualization), sebagai berikut.
1. Anggaplah dirimu sebagai pengumpul atau pengguna ide, karena dengan demikian kalian akan selalu merasa membutuhkan ide.
2. Tertariklah pada dunia, melihat dan memperhatikan berbagai fenomena alam dan sosial yang terjadi dalam wilayah lokal maupun global, termasuk kejadian di buku, TV, radio dan film akan memotivasi diri untuk berfikir, merunut, menganalisa serta menciptakan rekomendasi.
3. Catatlah observasi dan pertanyaanmu dalam buku kumpulan ide, sehingga ketika motivasi kreatif sedang tumbuh, ide-ide segar telah tersedia untuk dikembangkan. Hal ini sering bermanfaat sebagai stock ide, terutama ketika event-event penulisan sedang marak namun otak sedang malas berkreasi.
4. Biarkan ide itu masuk dulu sebelum memilih untuk menulisnya. Jangan terburu-buru mewujudkan ide dalam kreatifitas nyata, karena ketika sedang mood kreatif biasanya otak terlalu banyak memunculkan ide-ide bagus. Filter dan seleksi diperlukan kemudian untuk memilih ide mana yang paing berprospek diwujudkan karena ide yang seringkali muncul di benak kita akan jauh lebih bernilai untuk dikembangkan menjadi tulisan.
Dalam penggalian ide tidak harus dilakukan secara lepas tanpa berpedoman pada topik karena akan bias ke mana-mana. Oleh sebab itu, dalam penggalian ide nampaknya perlu memperhatikan topik yang biasanya sering memberi inspirasi para penulis. Topik-topik yang menjadi inspirasi, karena frekuensi kedekatannya dengan penulis.
Latar Belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk di teliti. Masalah terjadi saat harapan idela akan sesuatu hal tidak sama dengan realita yang terjadi. Tidak semua masalah adalah fenomena dan menarik. Masalah yang fenomenal adalah saat menajdi perhatian banyak orang dan di bicirakan di berbagai kalangan di masyarakat. Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti, pentingnya permasalahan dan pendekatan yang digunakan untukan untuk menyelesaikan masalah tersebut baik dari sisi teoritis dan praktis. Latar belakang penelitian berisi : Alasana rasional dan esensial yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berdasarkan fakta-fakta, data, referensi dan temuan penelitian sebelumnya. Cara membuat latar belakang masalah dengan langkah sebagai beikut : Pada bagian awal latar belakang adalah gambaran umum tentang masalah yang akan di angkat. Dengan model piramid terbalik buat gambaran umum tentang masalah mulai dari hal global sampai mengerucut fokus pada masalah inti, objek serta ruang lingkup yang akan di teliti.Pada bagian tengah unkapkan fakta, fenomena, data-data dan pendapat ahli berkenaan dengan pentingnya masalah dan efek negatifnya jika tidak segera di atasi dengan di dukung juga teori dan penelitian terdahulu. Bagian akhir di isi dengan alternatif solusi yang bisa di tawarkan (teoritis dan praktis) dan akhirnya munculah judul.