ATASI OBESITAS DENGAN TEH CELUP DAUN SIRIH

Obesitas merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di dunia. Tidak hanya orang dewasa juga banyak anak-anak pra-sekolah mengalami kelebihan berat badan. Penanganan penurunan berat badan sering dilakukan dengan diet, olahraga, atau kombinasi keduanya. Akhir-akhir ini banyak kemunculan obat penurun lemak tubuh yang dijual dalam krim maupun tablet. Selain itu, dibandingkan dengan diet, olahraga dianggap lebih aman serta memberikan manfaat kesehatan antara lain berupa peningkatan kebugaran. Akan tetapi, olahraga yang dilakukan secara berlebihan, akan meningkatkan radikal bebas, sehingga dapat merusak sel tubuh. Selain olahraga, salah satu bahan pangan yang menguntungkan bagi kesehatan adalah teh. Teh telah dipakai sebagai minuman sehari-hari sejak ribuan tahun yang lalu di Cina, dan sekarang teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi setelah air.

Dari beberapa jenis teh yang ada, mahasiswa Fakultas MIPA UNY meracik sejenis teh yang diyakini dapat mengurangi obesitas dan menambah kebugaran. Nadhila Sri Budi Asih dan Imam Riadi prodi Biologi, Endar Chrisdiyanto dan Pony Salimah Nurkhaffah prodi Pendidikan Matematika serta Fauziyyah Diyah Anggita Sari prodi Kimia mengolah daun sirih (Piper betle L.) menjadi teh celup yang praktis dan menyehatkan serta dapat menurunkan berat badan dengan penambahan bahan alam lainnya. Tambahan daun stevia sebagai pemanis, daun jambe sebagai pewarna dan bunga melati sebagai aroma rasa. Menurut Nadhila Sri Budi Asih, pemilihan daun sirih untuk dibuat teh karena daun ini merupakan jenis tanaman obat (fitofarmaka) sebagai bahan pengobatan tradisional yang memiliki kandungan minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, fenol dan steroid. “Selain itu, daun sirih juga mengandung enzim diastase dan gula” kata Nadhila. Imam Riadi menambahkan bahwa daun stevia dipilih untuk campuran teh daun sirih karena mengandung derivat steviol terutama steviosid (4-15%) ,rebausid A (2- 4%) dan C (1-2%) serta dulkosida A (0,4-0,7%), sehingga tidak mempengaruhi kadar gula darah, aman bagi penderita diabetes, membantu memperbaiki pencernaan meredakan sakit perut, dan mengatur berat badan. Pemilihan daun jambe karena mengandung senyawa bioaktif yaitu flavonoid di antaranya tannin serta dapat memberikan warna pada produk, sedangkan daun melati memiliki indole yang merupakan komponen populer wewangian dan prekursor untuk obat-obatan.

Fauziyyah Diyah Anggita Sari menjelaskan, bahan yang diperlukan untuk membuat teh celup daun sirih adalah daun sirih (Piper Betle L.), daun stevia, jambe, bunga melati, air dan kantung teabag. “Komposisinya yaitu daun sirih (60%), jambe (15%), daun stevia (15%), dan bunga melati (10%)” katanya. Langkah pertama kali adalah menjemur daun sirih selama 1-2 hari hingga kering. Lalu daun sirih, jambe, kayu manis, daun stevia disangrai dan aromatisasi dengan penambahan bunga melati. Proses penyangraian dilakukan selama 30 menit dengan temperatur 200ºC. Setelah disangrai, dilakukan pemisahan bunga melati. Kemudian masuk tahap penggilingan untuk menghancurkan bahan-bahan yang telah disangrai serta meluaskan area permukaan teh tersebut dengan menggunakan blender. Tahap akhir adalah pengemasan. Terdapat dua tahap pengemasan, yaitu bubuk teh yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam kantung teabag. Yang kedua dimasukkan ke kemasan luar sebagai packaging. Sebelum dikemas, teh celup daun sirih ditimbang seberat 4 gram per kantungnya. Kemasan yang digunakan mampu melindungi teh dari absorbsi kelembaban yang tidak hanya menyebabkan teh dalam kantung filter menggumpal (mengeras/memadat), namun juga mempercepat penurunan aroma. Produk ini merupakan teh celup herbal berbahan dasar daun sirih yang diberi nama Betle Tea. Produk ini merupakan solusi bagi masyarakat yang sedang melaksanakan program diet namun tetap aman, menyehatkan, dan tidak menimbulkan efek samping. (Dedy)